Minggu, 10 Juli 2016

Sistem Bisnis Masa Kini (bag.2)

Saat ini teknologi di bidang informasi berkembang dengan pesat. Dimana manusia satu sama lain saling berinteraksi via online melalui jejaring di dunia maya yang saat ini difasilitasi melalui internet. Sebut saja situs-situs yang menyediakan media sosial yang banyak digandrungi oleh kaum muda sekarang. Paradigma atau cara pandang dalam masyarakat pasti akan berubah mengikuti perkembangan jaman. Dimana semuanya aktivitas difasilitasi secara online.

Perkembangan teknologi informasi membuat perusahaan menciptakan inovasi di bidang penjualan dimana perusahaan tidak hanya berbisnis secara konvensial dimana harus ada manusia dan barang secara fisik. Karena semua sudah bisa dilakukan secara digital online.

Semua informasi perdagangan sudah bisa diakses secara online baik arus pergerakan mata uang, dan komoditas baik barang maupun jasa. Sehingga informasi dapat diketahui saat itu juga atau bersifat real time. Sehingga apapun berita-berita yang berhubungan secara lokal maupun global bisa mempengaruhi sentimen para pelaku pasar dalam perdagangan. 
Apa yang terjadi di belahan dunia lain akan berpengaruh pada aktivitas perdagangan di dalam negeri. Kita ambil contoh misalnya seperti resesi global yang dimulai saat Yunani mengalami krisis keuangan akibat tidak mampu membayar utang kepada Uni Eropa maka sangat berpengaruh pada aktivitas perdagangan secara global. Di sisi lain ketika Amerika Serikat melalui Bank Sentralnya menaikkan suku bunga uangnya maka hal ini sangat berpengaruh pada arus perdagangan domestik. Mata uang rupiah yang saat ini sangat tergantung dengan mata uang dolar sebagai transaksi utama akhirnya membumbung tinggi. Hal ini membuat perdagangan dalam negeri menjadi terpengaruh karena harga barang dan jasa semakin mahal di pasaran. Karena semua harga komoditas impor selalu dihitung dengan US Dollar.

Bagi para pelaku bisnis dalam negeri yang masih menerapkan sistem konvensional, akan mengalami keguncangan akibat semua harga barang konsumsi terutama impor menjadi naik sehingga daya beli masyarakat menjadi menurun. Banyak pabrik yang tutup akibat tidak mampu beroperasi lagi akibat biaya produksinya membumbung tinggi sehingga banyak yang mengalami defisit keuangan.

Lalu bagaimana cara agar sistem bisnis konvensional tetap bertahan ditengah ketidakpastian ekonomi global?  Semua informasi baik lokal maupun global sangat mempengaruhi para pelaku pasar baik domestik maupun asing. Para investor yang menginginkan kestabilan ekonomi bisa memindahkan dananya di tempat yang lebih aman dimana saja karena informasi selalu datang setiap saat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar