Mengkaji dan menguak fakta tentang berita dan fenomena bisnis melalui perkembangan teknologi mutakhir masa kini
Rabu, 20 Juli 2016
Bisnis Paling Liquid : Trading Online Valas
Pasar valuta asing telah berkembang secara revolusioner pada tahun-tahun belakangan ini, teknologi internet dan komunikasi menyediakan sarana baru bagi individu, institusi, dan negara saat bertransaksi di pasar valuta asing internasional. Teknologi juga telah memberikan kesempatan kepada individu-individu dengan kemampuan dana/modal terbatas untuk bisa menikmati manisnya pasar valuta asing. Keunggulan yang disediakan oleh pasar valuta asing, baik untuk berinvestasi maupun untuk berspekulasi adalah karena Likuiditasnya.
Likuiditas
Pasar valuta asing adalah pasar yang sangat likuid (cair). Likuiditas itulah yang menjadi daya tarik utama pasar valas (forex). Oleh karena sifatnya yang liquid, hasil transaksi dapat dengan segera diambil. Liquiditas juga menunjukkan transparansi pada pergerakan harga.
Pasar vluta asing sangat menarik bagi pemain-pemain besar dan transaksi pemain besar tersebut akan membawa dampak yang besar juga terhadap pasar valuta asing (membentuk trend). Sifat transparansi seperti itulah yang akan menguntungkan Anda karena anda dapat membonceng trend (trend beli dan trend jual) yang tercipta oleh transaksi pemain-pemain besar tersebut.
Jumat, 15 Juli 2016
Pokemon Go : Teknologi AR dan Realita Bisnis Masa Kini
Pokemon Go yang sedang marak baru-baru ini adalah game aplikasi berbasis teknologi AR. Apakah teknologi AR itu? AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekadar menambahkan atau melengkapi kenyataan.
Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat realitas tertambah sesuai sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata.
Realitas tertambah dapat diaplikasikan untuk semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur, realitas tertambah juga telah diaplikasikan dalam perangkat-perangkat yang digunakan orang banyak, seperti pada telepon genggam.
Dengan meledak besar-besarannya Pokemon GO dalam waktu kurang dari seminggu ini, teknologi 'virtual reality' yang booming akhir tahun lalu, nampaknya akan mulai tenggelam. Sepertinya masyarakat lebih suka untuk pergi keluar dan terhubung ke dunia digital lewat kamera smartphone miliknya, ketimbang memakai headphone besar di wajahnya. Ini pertanda bahwa masa depan game adalah AR, bukan VR.
Permasalahan dalam VR adalah yang ditawarkan hanyalah modifikasi visual dari game tersebut. Kita memang bisa masuk dalam game dan menikmati keseluruhan visual yang sangat luas, namun hal ini tak jauh berbeda dari apa yang kita dapat sebelumnya di game konsol. Baik Gamepad serta sensor gerakan yang jadi bagian dari VR, kesemuanya hampir tak mengubah sesuatu yang sudah ada secara integral.
Di sisi lain, Augmented Reality atau AR, secara murni memberi pendekatan untuk bagaimana seseorang bisa berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Pokemon GO sendiri 'menaiki' arus AR yang sudah tercipta serta memanfaatkan kekuatan karakter Pokemon yang sudah dikenal masyarakat sejak belasan tahun silam.
Hasilnya? Kesuksesan besar-besaran. Bahkan Nintendo meraup keuntungan besar, dengan nilai market yang bertambah sebesar USD 7,5 Juta.
Meski banyak dampak dan isu yang terjadi di aspek teknis maupun fungsionalnya, teknologi Augmented Reality dalam ranah game tentu adalah aspek yang sangat menjanjikan.
Hal ini akan mempengaruhi banyak aspek di dunia teknologi. generasi selanjutnya dari smartphone akan lebih kompatibel dengan AR, bahkan akan membuat sebuah aksesoris berupa perangkat 'wearable' AR, khusus untuk berbagai aplikasi yang didukung oleh AR. Aplikasi non-game pun juga akan mempermudah hidup kita dengan dikembangkannya berbagai teknologi digital berbasis AR.
Saat ini patut diakui bahwa teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) masih digunakan untuk sekadar menonton video ataupun bermain game. Padahal teknologi tersebut dapat pula digunakan untuk mendukung pertumbuhan e-Commerce. teknologi VR dan AR dapat mengubah cara bertransaksi di masa depan. Teknologi AR dan VR memungkinkan konsumen seolah-olah menyentuh dan merasakan produk yang diinginkan tanpa perlu pergi langsung ke toko tersebut.
Penggunaan teknologi ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan transaksi melalui penjualan digital. Ini tidak terlepas dari pengalaman bertransaksi yang tak ubahnya dilakukan secara langsung, tapi tanpa kehadiran fisik. Teknologi ini mampu mereplikasi konsumen untuk seolah-olah berada di dalam toko. Jadi, konsumen masih dapat merasakan pengalaman berbelanja secara tradisional. Namun kendati pertumbuhan transaksi digital akan makin bertumbuh dengan kehadiran teknologi VR atau AR, bisnis online tidak akan mampu menggantikan transaksi tradisional. Transaksi tradisional tidak tergantikan, tapi pada tahun 2020 konsumen di Asia akan makin banyak yang melakukan pembelian secara online untuk memenuhi kebutuhannya,
Sekadar informasi, teknologi VR dan AR memang digadang-gadang sebagai teknologi konsumen untuk masa depan. Karena itu, saat ini telah banyak perusahaan teknologi yang mulai mengembangkan kedua teknologi tersebut dan mengikutsertakannya dalam rencana jangka panjang.
Beberapa perusahaan yang sudah mulai mengembangkan perangkat VR ataupun AR adalah Facebook dengan Oculus Rift, Microsoft dengan HoloLens, HTC dengan Vive, dan Samsung dengan Samsung Gear VR. Bahkan, beberapa perusahaan seperti Apple dan Google pun sudah mulai memiliki divisi khusus untuk VR.
Kamis, 14 Juli 2016
Berbisnis Harus Liquid
Kita ambil contoh misalnya perusahaan yang bergerak dibidang ritel dan properti. Manakah yang lebih liquid? Jika penjual dan pembeli bertemu di pasar maka terjadilah transaksi jual beli, tetapi tidak semua barang yang kita jual belikan itu liquid. Semakin cepat barang itu terjual kekonsumen maka bisnis itu semakin liquid, namun jika barang itu lama terjual maka dapat dikatakan barang itu kurang liquid di pasaran. Seorang pengusaha ritel dia akan cepat memutar modalnya karena barang yang diperjual-belikan sangat dibutuhkan oleh konsumen. Namun pengusaha Properti membutuhkan waktu cukup lama untuk memperoleh calon pembeli yang ingin membeli rumah yang sudah dibuatkan oleh Developer properti.
Begitupun dengan bisnis yang bergerak dibidang investasi.. Ada berbagai instrumen investasi yang jumlahnya beranekaragam hingga saat ini diantaranya seperti instrumen investasi di pasar keuangan, properti dan pasar modal. Diantara pasar investasi itu manakah kia-kira yang paling liquid?
Investasi uang seperti tabungan misalnya lebih liquid daripada deposito karena lebih mudah ditarik sewaktu-waktu namun deposito yang pengambilannya berdasarkan jatuh tempo justru lebih disukai para investor besar karena menawarkan suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Namun jika tingkat suku bunga lebih rendah daripada tingkat inflasi di masyarakat justru membuat nilai mata uang itu menurun. Saya ambil contoh misalnya saya ingin membeli mobil tahun depan yang harganya 100 juta rupiah.. Ternyata setelah setahun ternyata harga mobil mengalami kenaikan atau inflasi mencapai 10 persen sehingga harga mobil saat itu menjadi senilai 110 juta. Waktu saya mendepositokan uangnya senilai 100 juta rupiah ternyata suku bunga bank hanya sekitar 7 persen.. Sehingga pada saat mengambil deposito tahun depan nilai uang plus bunganya hanya senilai 107 juta saja. Harga mobil yang sudah mencapai 110 juta ternyata lebih tinggi daipada nilai deposito uang yang senilai 107 juta rupiah. Inilah salah satu kerugian investasi di deposito bank.
Ada banyak investasi yang menawarkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada deposito bank yaitu di sektor tanah dan properti. Tanah dan Properti sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena dari tahun ke tahun jmlah penduduk semakin meningkat sehingga harga tanah dan properti akan semakin meningkat. Oleh karena itu banyak orang yang menyukai berbisnis di bidang properti karena nilai atau harganya yang semakin meningkat. Bahkan dari tahun ke tahun jumlah pengusaha properti semakin banyak sehingga persaingan justru semakin tajam. Kelemahannya adalah jika daya beli masyarakat menurun karena kodisi ekonomi tidak bagus maka penjualan di sektor properti justru semakin menurun. belum lagi persaingan properti semakin meningkat tajam.
Selain bisnis investasi di bidang properti anda juga bisa berinvestasi di pasar modal yang menyediakan berbagai macam jenis saham. Namun berinvestasi di bursa saham memiliki resiko yang cukup tinggi dibandingkan instumen investasi yang lain. Meskipun tingkat likuiditasnya lebih tinggi daripada properti dan bisa menghasilkan profit paling tinggi dibandingkan yang lainnya namun jika sewaktu-waktu terjadi gejolak di bursa saham akibat banyak perusahaan yang merugi maka investor akan mengalami kerugian besar.
Ada bisnis alternatif selain yang disediakan diatas? apakah bisnis terbaik saat ini yang ingin saya anjurkan buat anda semua? Saya akan melanjutkan di episode berikutnya....
#Salam Profit#
Rabu, 13 Juli 2016
Belajar Memahami Konversi Kurs Mata Uang Dunia
Apa yang terpikirkan ketika mendengar kalimat, “kurs mata uang dunia”? Sebagian orang mungkin berpikir soal negara-negara yang tersebar di 5 benua, dan banyak pula yang justru memikirkan soal angka-angka.
Selasa, 12 Juli 2016
Mahzab Ekonomi Berbagi
Pertanyaannya kemudian, apakah bentuk-bentuk bisnis yang sekarang dianggap sebagai contoh paling populer dari ekonomi berbagi seperti Uber dan Airbnb bisa dianggap benar-benar sebagai bagian dari ekonomi berbagi dalam pengertian itu? Tampaknya tidak.
Perusahaan-perusahaan macam Uber dan Airbnb jelas menggunakan algoritma dan big data untuk kepentingan bisnisnya. Tentu bukan untuk kepentingan seperti yang diidealkan oleh para penggagas ekonomi berbagi di awalnya. Mereka memanfaatkannya untuk kepentingan perusahaan, yang secara terbuka menyatakan tujuan maksimisasi profit.
Minggu, 10 Juli 2016
Sistem Bisnis Masa Kini (bag.2)
Saat ini teknologi di bidang informasi berkembang dengan pesat. Dimana manusia satu sama lain saling berinteraksi via online melalui jejaring di dunia maya yang saat ini difasilitasi melalui internet. Sebut saja situs-situs yang menyediakan media sosial yang banyak digandrungi oleh kaum muda sekarang. Paradigma atau cara pandang dalam masyarakat pasti akan berubah mengikuti perkembangan jaman. Dimana semuanya aktivitas difasilitasi secara online.
Perkembangan teknologi informasi membuat perusahaan menciptakan inovasi di bidang penjualan dimana perusahaan tidak hanya berbisnis secara konvensial dimana harus ada manusia dan barang secara fisik. Karena semua sudah bisa dilakukan secara digital online.
Semua informasi perdagangan sudah bisa diakses secara online baik arus pergerakan mata uang, dan komoditas baik barang maupun jasa. Sehingga informasi dapat diketahui saat itu juga atau bersifat real time. Sehingga apapun berita-berita yang berhubungan secara lokal maupun global bisa mempengaruhi sentimen para pelaku pasar dalam perdagangan.
Apa yang terjadi di belahan dunia lain akan berpengaruh pada aktivitas perdagangan di dalam negeri. Kita ambil contoh misalnya seperti resesi global yang dimulai saat Yunani mengalami krisis keuangan akibat tidak mampu membayar utang kepada Uni Eropa maka sangat berpengaruh pada aktivitas perdagangan secara global. Di sisi lain ketika Amerika Serikat melalui Bank Sentralnya menaikkan suku bunga uangnya maka hal ini sangat berpengaruh pada arus perdagangan domestik. Mata uang rupiah yang saat ini sangat tergantung dengan mata uang dolar sebagai transaksi utama akhirnya membumbung tinggi. Hal ini membuat perdagangan dalam negeri menjadi terpengaruh karena harga barang dan jasa semakin mahal di pasaran. Karena semua harga komoditas impor selalu dihitung dengan US Dollar.
Bagi para pelaku bisnis dalam negeri yang masih menerapkan sistem konvensional, akan mengalami keguncangan akibat semua harga barang konsumsi terutama impor menjadi naik sehingga daya beli masyarakat menjadi menurun. Banyak pabrik yang tutup akibat tidak mampu beroperasi lagi akibat biaya produksinya membumbung tinggi sehingga banyak yang mengalami defisit keuangan.
Lalu bagaimana cara agar sistem bisnis konvensional tetap bertahan ditengah ketidakpastian ekonomi global? Semua informasi baik lokal maupun global sangat mempengaruhi para pelaku pasar baik domestik maupun asing. Para investor yang menginginkan kestabilan ekonomi bisa memindahkan dananya di tempat yang lebih aman dimana saja karena informasi selalu datang setiap saat.
Sistem Bisnis Masa Kini
Selamat pagi... apa kabar para pembaca yang budiman.. di forum yang baru ini saya ingin berbagi informasi dengan anda semua mengenai bisnis apa yang sebenarnya paling monumental untuk saat ini...






