Kamis, 22 Maret 2018

Tren Teknologi 2018 di Indonesia (AI, Financial Technology dan Cryptocurrency)

Sumber gbr : youtube.com

Di akhir kuartal 2017 kemarin, banyak inovasi teknologi yang berkembang dengan pesat. Mulai dari inovasi transportasi, eksistensinya cryptocurrency, berkembangnya fintech hingga semakin dekatnya kita kepada teknologi kecerdasan buatan (AI).

Inovasi sekilas terlihat sebagai ancaman bagi kita, tak hanya di Indonesia tapi di negara lainpun sama. Hadirnya inovasi mengingatkan kita pada efek distrupsi yang seringkali muncul, membawa rasa ketidakpastian, mengganggu kenyamanan dan menggeser stigma lama.

Kita terdorong untuk mencari kesempatan di tengah proses perubahan demi menghindari ancaman yang datang. Namun dalam kondisi seperti ini cara kita melihat ancaman sebagai sesuatu yang perlu dihindari nampaknya harus berubah karena kesempatan bukanlah kontradiksi dari sebuah ancaman, tapi kesempatan justru ada dibalik ancaman itu sendiri.

Inilah beberapa prediksi arah perkembangan teknologi di Indonesia tahun ini

1. Artifisial Intelijen (AI)
Sumber gbr : republika.co.id

Walaupun teknologi ini sudah dikembangkan sejak 1956, kini AI dan Machine Learning mulai memberikan pengaruh nyata di kehidupan kita sehari-hari, contohnya fitur rekomendasi Video You Tube dan discover weekly playlist adalah implementasi machine learning yang merupakan bagian dari AI.

Hadirnya produk personal assistant seperti Google home dan Amazon Alexa juga menandakan bahwa penerapan AI akan makin merambah ke perangkat kita lainnya, menjadikan interaksi teknologi dengan manusia semakin luas dan personal.

Dunia bisnis saat ini juga sangat membutuhkan AI untuk proses data yang besar hingga kompleks. Starup dan perusahaan besar tanah air mulai melirik teknologi ini. Hadirnya "Kata.ai" dan " BJ tech" adalah indikator titik terang implementasi AI di Indonesia.

Jika hubungan teknologi dengan manusia semakin luas dan personal coba dibayangkan kira-kira apa yang terjadi. Pergeseran lapangan pekerjaan  karena efisiensi yang diberikan oleh AI menjadi salah satu ancaman yang nyata. Disini pendidikan menjadi poin penting karena inilah kesempatan kita dalam menghadapi ancaman kecerdasan buatan. Sumber daya yang tangguh dalam perubahan, cerdas dalam memecahkan masalah dan juga kreatif dalam kontribusi inovasi menjadi tujuan yang harus terus diusahakan.

2. Berkembangnya industri Fintech.
Sumber gbr : celebesnews.id

Banyaknya starup Fintech memberikan kemudahan terhadap cara kita bertransaksi dan mengatur keuangan. Efek distrupsi dalam kemudahan ini melahirkan sistem cashless yang menggunakan uang cash. Perkembangan go pay menjadi salah satu contoh dalam kemajuan fintech di Indonesia. Tahun ini inovasi transaksi melalui fitur scan QR code menjadi ladang kompetisi bagi para starup dan perusahaan besar untuk bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas bahkan mungkin sampai pedagang kecil, seperti penerapan Ali Pay di Cina. Cashless payment diprediksi menjadi sebuah kebutuhan mulai bisa dirasakan pada tahun ini. Selain itu pertumbuhan minat masyarakat, bertambahnya pemain serta penerapan teknologi AI memberikan peluang besar dan memberikan harapan pada starup di sektor lending untuk berkembang di tahun 2018. Kredit skoring untuk memberikan pinjaman, regulasi dan beberapa hal lainnya masih menjadi tugas yang harus diselesaikan demi memberikan kemudahan pinjaman dalam berbagai bentuk seperti seperti P2P lending, balanche sheet, online credit services, gadai dan bentuk lainnya. Tahun 2018 bisa menjadi momen bagi penyedia layanan pinjaman untuk memperkuat eksistensi dan menguasai pasar Indonesia.

3. Masa depan Cryptocurrency dan teknologi Blockchain
Sumber gbr : teachread.in

Peningkatan nilai crypocurrency yang fantastis terutama bitcoin nenjadi sorotan dalam dunia teknologi. Berbagai kalangan masyarakat Indonesia mulai tertarik dan mencoba berinvestasi melalui mata uang digital. Meski belum ada regulasi soal investasi, BI telah melarang transaksi jual beli menggunakan mata uang digital. Fluktuasi mata yang yang tinggi membuat para pemain lama dunia investasi skeptis untuk masuk. Baik Indonesia maupun negara lainnya masih mempelajari dan mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait cryptocurrency.

Pengambilan keputusan yang hati-hati merupakan salah satu cara pemerintah dalam melihat ancaman sebagai suatu kesempatan. Sikap ini diharapkan bisa membawa kebaikan bagi penduduknya.

Dibalik keraguan berbagai pihak cyrptocurrency menyimpan algoritme dan sebuah konsep baru yaitu blockchain. Sistem desentralisasi catatan digital dari cryptocurrency memberikan gambaran peluang untuk diaplikasikan ke dalam berbagai sektor teknologi, bisnis bahkan penerintahan di tahun ini. Sistem yang dapat diandalkan, akuntabel, aman serta efisien adalah sebuah sistem yang banyak dibutuhkan siapapun.

Untuk iklim starup Indonesia secara umum, para visi juga memberikan prediksinya. Managing partner, East Ventures, wilson Cuaca memprediksi bahwa tidak akan ada starup unicorn tahun ini. Wilson juga mengamati adanya gap yang cukup besar antara starup unicorn dengan para starup menengah di Indonesia. Selain itu menurut Pieter Kemps, Vice President Sequoia Capital, kita telah melihat gelombang pertama dari para starup yang didominasi bisnis marketplace, transportasi dan travel. Tahun ini akan ada gelombang kedua yang siap datang.
Jadi bagaimana prediksi kamu untuk Indonesia tahun ini?

Sumber tulisan : video channel techinasia youtube

Tidak ada komentar:

Posting Komentar