Mengkaji dan menguak fakta tentang berita dan fenomena bisnis melalui perkembangan teknologi mutakhir masa kini
Jumat, 02 Maret 2018
Bisnis Global dan Proteksionisme Negara
Bisnis global yang berkaitan dengan ekspor-impor saat ini mulai menghadapi sistem proteksionisme yang justru dimulai oleh negara industri maju terutama Amerika dan Eropa. Padahal dari negara maju itulah agenda perdagangan bebas dimulai seperti pemberlakuan organisasi dunia untuk perdagangan bebas WTO. Namun mengapa saat ini negara tersebut timbul kecenderungan mulai diterapkan kembali ekonomi proteksionis?
Kita bisa mengamati kebijakan negara maju yang menerapkan tarif impor dan non tarif untuk melindungi bisnis mereka yang sedang menurun karena takut kalah bersaing dengan produk dari negara-negara industri baru dari Asia dan Amerika Latin, sebut saja Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Proteksionisme AS
AS mulai menerapkan sistem proteksi sejak Presiden Donald Trump berkuasa pada tahun 2016 dengan menggalakkan industri dalam negeri, pengurangan pajak, menghambat tenaga kerja asing masuk (terutama dari Meksiko) yang dituduh ilegal sehingga menciptakan pengangguran tenaga kerja setempat. Di sektor lain AS juga mengamati terjadinya defisit neraca perdagangan dan pembayaran. Penyebabnya dicari dari negara lain dengan menuduh negara mitra bisnisnya sendiri yaitu Jepang yang membuat sistem perdagangan tidak adil melalui politik dumping yaitu menjual barang-barang ekspor dari Jepang ke luar negeri dengan harga lebih murah daripada dalam negeri. Di sisi lain AS juga menuduh Negeri Tiongkok yang mengambil alih sektor industri AS. Pabrik-pabrik AS dan investor banyak berpindah ke luar negeri terutama Tiongkok sehingga lapangan kerja di dunia industri AS semakin berkurang dan mulai lesu.
Tidak berhenti disitu saja, Donald Trump membuat langkah mundur dalam kebijakan perdagangan bebas dengan menyatakan keluar dari TPP (Trans Pasific Partnership) yang dulu pernah digagas oleh presiden sebelumnya, dimana para anggotanya berasal dari Kawasan Asia Pasifik. TPP adalah perdagangan multilateral yang menginginkan perdagangan bebas antar anggotanya tanpa adanya hambatan tarif.
Akhir-akhir ini timbul persaingan dagang antara Tiongkok dan AS akibat Donald Trump menaikkan impor tarif besi baja dan aluminium dari Tiongkok karena dianggap mematikan industri baja AS. Bahkan Tiongkok juga menekan Donald Trump dengan membalas kenaikan tarif dan menghambat barang industri AS masuk ke Tiongkok.
Proteksionisme Negara Eropa
Di belahan Eropa sendiri terutama negara Uni Eropa yang sedang mengalami perlambatan ekonomi juga mulai melakukan proteksionisme terhadap tenaga kerja asing sebut saja Inggris yang baru-baru ini menyatakan keluar dari keanggotaan Uni Eropa (Brexit). Inggris memprotes kebijakan Uni Eropa yang dianggap mempermudah imigran dan tenaga kerja asing khususnya negara Eropa Timur seperti Polandia memasuki lapangan industri Inggris sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi Inggris akibat meningkatnya pengangguran tenaga kerja lokal. Dengan suksesnya Inggris keluar dari Uni Eropa maka negara lain mulai mengikuti jejak Inggris namun masih mengalami kegagalan ketika para calon pemimpin ekstrim kanan mengalami kekalahan dalam Pemilu. Negara Eropa Selatan yang sudah terkena dampak resesi ekonomi parah seperti Spanyol dan Yunani akibat utang jatuh tempo yang belum terbayar juga mulai mempertanyakan keikutsertaan mereka dalam keanggotaan Uni Eropa. pemerintah menganggap bahwa Uni Eropa hanya menguntungkan negara industri maju saja dan justru menimbulkan beban utang bagi negara yang masih lemah menghadapi perdagangan bebas di kawasan Uni Eropa. Bantuan Uni Eropa terhadap Yunani, Spanyol dan Italia bukannya membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melainkan justru membuat negara tersebut terjerat utang yang tidak terbayar.
Proteksionisme Timur Tengah
Timur Tengah yang saat ini juga mengalami perlambatan ekonomi global akibat harga minyak yang masih rendah membuat negara industri petro dolar seperti Arab Saudi mulai terpukul. Dengan masih rendahnya harga minyak saat ini yang masih dibawah 80 dolar per barrel membuat Arab Saudi dan negara kaya minyak lainnya menurunkan kuota produksi minyaknya sehingga mulai disaingi oleh industri minyak non OPEC terutama AS. Disisi lain akibat geopolitik Arab yang tidak kunjung stabil, Arab Saudi, UEA, Mesir dan sekutu-sekutunya mulai melakukan embargo terhadap negara teluk kaya lainnya yaitu Qatar yang saat ini mulai dianggap menjalin hubungan dengan Iran. Akibatnya Qatar mulai dikucilkan dari jazirah arab sehingga Qatar harus membuka hubungan diplomatik bisnis dengan negara lainnnya.
Indonesia dan Bangkitnya Nasionalisme Ekstrim
Di Indonesia sendiri laju pertumbuhan ekonomi bisnis juga masih rendah dibawah enam persen membuat perusahaan mulai melakukan PHK dan mengakibatkan banyaknya pengangguran. Dengan adanya kenaikan tarif listrik dan BBM membuat daya beli masyarakat menurun. Bagi mereka yang terkena dampaknya mulai menjerit dan memprotes kebijakan pemerintah yang dianggap lebih banyak mendukung investasi asing dan aseng (cina) daripada mengurusi rakyat kecil. Padahal kenaikan harga tarif listrik dan BBM adalah bagian dari usaha pemerintah untuk mengalihkan subsidi ke dalam sektor infrastruktur yang produktif di daerah yang saat ini paling buruk infrastrukturnya seperti indonesia bagian timur.
Akibatnya mulai muncul gerakan oposisi kanan yang dianggap sudah menjurus ke hal-hal yang sifatnya SARA dan menimbulkan konflik baru dalam masyarakat. Mereka menyalahkan pemerintah yang menciptakan beban utang baru dan juga makin bertambahnya tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Semua ini akibat pemberlakuan masyarakat ekonomi ASEAN dimana arus keluar masuk modal, komoditi ekspor impor dan tenaga kerja makin meningkat.
Kalau kita lihat faktor-faktor geopolitik di atas kita bisa menyimpulkan bahwa rendahnya pertumbuhan ekonomi geopolitik global justru amat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan politik di tanah air.. Lalu apa faktor yang berpengaruh sampai ke tanah air?
1. Rendahnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok.
Dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan mulai diberlakukannya proteksionisme di AS, mau tidak mau Tiongkok mengalihkan pasar dalam negeri menjadi pasaran ekspor menuju keluar negeri dengan membuka altetnatif investasi dan pasar sebesar-besarnya ke negara lain selain AS Seperti kerjasama dalam investasi dan proyek kepada Indonesia dan negara ASEAN lainnya.
2. Semakin proteksionisnya ekonomi AS.
Indonesia memiliki surplus perdagangan dengan AS, sehingga apabila pasar AS semakin tertutup maka akan berakibat neraca dagang Indonesia menurun, sehingga mau tidak mau Indonesia melakukan kerjasama ekonomi dengan negara-negara lain yang pasarnya belum pernah digarap.
3. Proteksionisme Negara Uni Eropa. Indonesia memiliki hubungan dagang yang baik dengan uni Eropa terutama ekspor kelapa sawit yang saat ini masih menjadi primadona bagi sumber terbesar devisa negara. Dengan adanya hambatan perdagangan dan isu lingkungan hidup dari Uni Eropa membuat Ekspor Indonesia di kawasan Eropa mulai menurun.
4. Kenaikan kurs Dolar.
Dengan semakin proteksionismenya AS , Donald Trump berusaha memulihkan ekonomi dalam negeri dengan pengurangan pajak, hal ini membuat pengamat ekonomi mulai positif untuk menaikkan suku bunga. Hal ini membuat kurs dolar menguat dan nilai rupiah makin menurun. Indonesia sulit untuk melakukan ekspor meskipun nilai ekspor menjadi murah. Turunnya kurs rupiah menumbulkan barang impor dan barang modal industri untuk bahan baku industri menjadi makin mahal sehingga biaya produksi industri mahal. Ekspor masih tetap rendah akibat daya saing industri masih rendah. Satu satunya jalan mensiasati kurs rupiah anjlok adalah dengan mendatangkan devisa negara melalui sektor pariwisata. Para turis mancanegara akan banyak mengunjungi negara yang kurs uangnya lemah di negara berkembang seperti rupiah.
5. Semakin terbukanya ekonomi ilegal bawah tanah
Maraknya kasus masuknya narkoba ke Indonesia melalui jalur luar negeri adalah akibat dari persaingan global yang makin meningkat dan menurunnya pertumbuhan ekonomi global sehingga berpeluang bagi negara lain yang makin banyak memasuki bisnis ilegal ke pasar yang sangat potensial seperti Indonesia.
6. Harga minyak mentah dunia mulai terkerek naik.
Dengan diberlakukannya pengurangan kuota produksi di negara OPEC maka harga minyak dunia mulai naik dan ini akan memukul negara-negara yang sangat tergantung oleh konsumsi minyak seperti Indonesia. Sampai artikel ini ditulis harga minyak mentah dunia sudah menembus di atas 60 dolar/ barel. Sampai saat ini Indonesia masih belum mampu melakukan swasembada energi minyak karena jumlah produksi lebih rendah daripada jumlah konsumsi apalagi jumlah pemakai BBM semakin banyak terutama bagi para pengendara transportasi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

BalasHapusSaya selalu berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan peminjam yang meminjamkan uang tanpa membayar terlebih dahulu.
Jika Anda mencari pinjaman, perusahaan ini adalah semua yang Anda butuhkan. setiap perusahaan yang meminta Anda untuk biaya pendaftaran lari dari mereka.
saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS. yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah SUZAN INVESTMENT COMPANY. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir Rp35 juta di tangan pemberi pinjaman palsu.
Pembayaran yang fleksibel,
Suku bunga rendah,
Layanan berkualitas,
Komisi Tinggi jika Anda memperkenalkan pelanggan
Hubungi perusahaan: (Suzaninvestment@gmail.com)
Email pribadi saya: (Ammisha1213@gmail.com)
widya Tarmuji, saya ingin bersaksi tentang pekerjaan baik Tuhan dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari pinjaman di Asia dan beberapa daSaya ri kata-kata itu, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara. Apakah mereka mencari pinjaman di antara Anda? Jadi, Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman curang di internet, tetapi mereka sangat asli di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban 6 kreditor pemberi pinjaman, saya kehilangan banyak uang karena saya sedang mencari pinjaman dari perusahaan mereka.
BalasHapusSaya hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari hutang saya sendiri, sebelum saya dibebaskan dari penjara dan teman saya menjelaskan situasi saya, kemudian memperkenalkan saya ke sebuWah perusahaan pinjaman yang kredibel, TRACYMORGANLOANFIRM. Saya mendapat pinjaman Rp. 800.000.000 dari TRACYMORGANLOANFIRM dengan tingkat rendah 2% dalam 24 jam yang saya gunakan tanpa tekanan atau tekanan. Jika Anda membutuhkan pinjaman, Anda dapat menghubungi MRS melalui email: (TRACYMORGANLOANFIRM@gmail.com)
Jika Anda memerlukan bantuan dalam proses pinjaman, Anda juga dapat menghubungi saya melalui email: (widyatarmuji@gmail.com) dan beberapa orang lain yang juga mendapatkan pinjaman mereka, Tn. Tonimark, email: (Tonimark28@gmail.com). Apa yang saya lakukan adalah memastikan bahwa saya tidak pernah dipenuhi dalam pembayaran cicilan bulanan sebagaimana disepakati dengan perusahaan pinjaman.
Jadi saya memutuskan untuk membagikan pekerjaan baik Tuhan melalui TRACYMORGANLOANFIRM, karena dia mengubah hidup saya dan keluarga saya. Itulah alasan Tuhan Yang Mahakuasa akan selalu memberkatinya.