Tahukah Anda, perdagangan apa yang paling monumental saat ini? Jika anda ingin berbisnis maka yang perlu anda siapkan adalah barang yang akan anda perdagangkan. Hal yang harus diperhatikan adalah tingkat likuiditas barang yang diperdagangkan tersebut. Namun tidak semua barang yang diperdagangkan itu sama-sama liquid. Apa itu liquid? Liquid adalah sesuatu yang mudah dicairkan dengan cepat. Artinya perdagangan itu liquid jika mudah dijual maupun beli serta memiliki jumlah transaksi cukup besar.
Kita ambil contoh misalnya perusahaan yang bergerak dibidang ritel dan properti. Manakah yang lebih liquid? Jika penjual dan pembeli bertemu di pasar maka terjadilah transaksi jual beli, tetapi tidak semua barang yang kita jual belikan itu liquid. Semakin cepat barang itu terjual kekonsumen maka bisnis itu semakin liquid, namun jika barang itu lama terjual maka dapat dikatakan barang itu kurang liquid di pasaran. Seorang pengusaha ritel dia akan cepat memutar modalnya karena barang yang diperjual-belikan sangat dibutuhkan oleh konsumen. Namun pengusaha Properti membutuhkan waktu cukup lama untuk memperoleh calon pembeli yang ingin membeli rumah yang sudah dibuatkan oleh Developer properti.
Begitupun dengan bisnis yang bergerak dibidang investasi.. Ada berbagai instrumen investasi yang jumlahnya beranekaragam hingga saat ini diantaranya seperti instrumen investasi di pasar keuangan, properti dan pasar modal. Diantara pasar investasi itu manakah kia-kira yang paling liquid?
Investasi uang seperti tabungan misalnya lebih liquid daripada deposito karena lebih mudah ditarik sewaktu-waktu namun deposito yang pengambilannya berdasarkan jatuh tempo justru lebih disukai para investor besar karena menawarkan suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Namun jika tingkat suku bunga lebih rendah daripada tingkat inflasi di masyarakat justru membuat nilai mata uang itu menurun. Saya ambil contoh misalnya saya ingin membeli mobil tahun depan yang harganya 100 juta rupiah.. Ternyata setelah setahun ternyata harga mobil mengalami kenaikan atau inflasi mencapai 10 persen sehingga harga mobil saat itu menjadi senilai 110 juta. Waktu saya mendepositokan uangnya senilai 100 juta rupiah ternyata suku bunga bank hanya sekitar 7 persen.. Sehingga pada saat mengambil deposito tahun depan nilai uang plus bunganya hanya senilai 107 juta saja. Harga mobil yang sudah mencapai 110 juta ternyata lebih tinggi daipada nilai deposito uang yang senilai 107 juta rupiah. Inilah salah satu kerugian investasi di deposito bank.
Ada banyak investasi yang menawarkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada deposito bank yaitu di sektor tanah dan properti. Tanah dan Properti sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena dari tahun ke tahun jmlah penduduk semakin meningkat sehingga harga tanah dan properti akan semakin meningkat. Oleh karena itu banyak orang yang menyukai berbisnis di bidang properti karena nilai atau harganya yang semakin meningkat. Bahkan dari tahun ke tahun jumlah pengusaha properti semakin banyak sehingga persaingan justru semakin tajam. Kelemahannya adalah jika daya beli masyarakat menurun karena kodisi ekonomi tidak bagus maka penjualan di sektor properti justru semakin menurun. belum lagi persaingan properti semakin meningkat tajam.
Selain bisnis investasi di bidang properti anda juga bisa berinvestasi di pasar modal yang menyediakan berbagai macam jenis saham. Namun berinvestasi di bursa saham memiliki resiko yang cukup tinggi dibandingkan instumen investasi yang lain. Meskipun tingkat likuiditasnya lebih tinggi daripada properti dan bisa menghasilkan profit paling tinggi dibandingkan yang lainnya namun jika sewaktu-waktu terjadi gejolak di bursa saham akibat banyak perusahaan yang merugi maka investor akan mengalami kerugian besar.
Ada bisnis alternatif selain yang disediakan diatas? apakah bisnis terbaik saat ini yang ingin saya anjurkan buat anda semua? Saya akan melanjutkan di episode berikutnya....
#Salam Profit#

Tidak ada komentar:
Posting Komentar